Bandung, MPTV Indonesia – Yayasan Mimbar Hiburan dan Amal Bagi Dhuafa (MHABD) menggelar kegiatan silaturahmi sekaligus peluncuran Majelis Taklim MHABD pada Minggu (8/3/2026) di Jalan Idiadimaja IV No.3, Kota Bandung. Kegiatan yang berlangsung di bulan suci Ramadan ini juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama yang dihadiri sekitar 100 tamu undangan dari berbagai kalangan.
Para undangan yang hadir di antaranya perwakilan majelis taklim dari berbagai wilayah di Kota Bandung, komunitas Volkswagen Indonesia, perwakilan SG, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan lainnya yang turut mendukung kegiatan sosial dan keagamaan yang digagas MHABD.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qori dan saritilawah, dilanjutkan dengan menyanyikan Hymne dan Mars MHABD. Suasana penuh kekhidmatan semakin terasa saat para tamu undangan mengikuti rangkaian kegiatan yang menjadi momentum penting bagi yayasan tersebut.
Selanjutnya, kegiatan diisi dengan sambutan dari Ketua Yayasan MHABD Selvi Lusiana, S.E., M.M., CRMO., GRCE, sambutan dari Ketua Pembina Yayasan, serta sambutan dari Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat yang turut hadir dalam acara tersebut.
Dalam kesempatan itu, para peserta juga mendapatkan tausyiah dari KH. Teungku Maulana yang menyampaikan ceramah bertema “Kunci Bahagia Menuju Akhirat”. Tausyiah tersebut mengajak para jamaah untuk memperkuat keimanan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama.
Momentum utama dalam kegiatan ini adalah peluncuran Majelis Taklim MHABD yang ditandai secara simbolis bersama para tamu undangan. Kehadiran majelis taklim ini diharapkan menjadi wadah untuk memperluas kegiatan dakwah serta mempererat sinergi antar komunitas keagamaan di Kota Bandung.
Setelah prosesi peluncuran, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama, pembagian doorprize, serta ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Ketua Yayasan MHABD, Selvi Lusiana, menjelaskan bahwa yayasan yang berdiri sejak tahun 1990 tersebut memiliki sejarah yang cukup unik karena berawal dari inisiatif para seniman yang ingin tetap berkarya sambil menjalankan kegiatan sosial.
“Sejak awal berdirinya, banyak anggota kami berasal dari kalangan seniman. Dari situlah muncul gagasan bagaimana hiburan bisa menjadi sarana untuk beramal dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Selvi.
Selvi sendiri telah aktif di MHABD selama sekitar 10 tahun. Sebelum dipercaya menjadi ketua yayasan, ia pernah menjabat sebagai wakil ketua selama satu periode. Menurutnya, kepemimpinan yang ia jalankan saat ini merupakan bagian dari proses regenerasi agar organisasi dapat terus berkembang.
“Regenerasi penting agar organisasi tetap hidup dan memiliki semangat baru untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu,” katanya.
Selama lebih dari tiga dekade, MHABD telah menjalankan berbagai program sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Beberapa di antaranya adalah program pernikahan massal bagi kaum dhuafa dan penyandang disabilitas, pembagian nasi berkat setiap pekan, hingga kegiatan bantuan kemanusiaan saat terjadi bencana.
Yayasan ini juga mengembangkan Rumah Tahfidz Al-Qur’an MHABD yang bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia serta lembaga Al Fitroh. Program tersebut memberikan kesempatan kepada para santri yang mampu menghafal minimal enam juz Al-Qur’an untuk melanjutkan pendidikan di lembaga tersebut.
Selain itu, MHABD juga memiliki program pemberdayaan masyarakat berupa pelatihan kursus salon gratis bagi anak muda di bawah usia 27 tahun yang putus sekolah atau belum memiliki pekerjaan. Program pelatihan tersebut berlangsung selama tiga bulan dan dilanjutkan dengan program magang agar peserta memiliki keterampilan kerja.
Melalui peluncuran Majelis Taklim MHABD, yayasan berharap dapat memperluas jaringan dakwah sekaligus membangun kolaborasi dengan berbagai komunitas keagamaan.
Ke depan, MHABD juga berencana memperluas jaringan organisasi dengan membentuk chapter di berbagai kota di Indonesia agar kegiatan sosial yang dijalankan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Selain aktif memimpin yayasan, Selvi Lusiana juga dikenal sebagai Project Management Office (PMO) di Mining Industry Indonesia (MIND ID) yang terlibat dalam sejumlah proyek strategis di berbagai perusahaan pertambangan nasional seperti PT ANTAM, PT Bukit Asam (Persero), PT Freeport Indonesia, PT INALUM, PT TIMAH (Persero), serta PT Vale Indonesia.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, MHABD berharap dapat terus menghadirkan berbagai program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.***










