MPTV Indonesia – Sore di Elmakko Social Space, Minggu (28/12/2025), tak berjalan biasa. Tawa pecah, musik mengalun, dan cerita-cerita dari Timur Indonesia mengalir tanpa sekat. Di tempat itulah Bercandanya Indonesia Timur (BIT) memulai langkah perdananya menuju Road To BITFEST.
Melalui sebuah press conference yang dikemas santai, BIT memperkenalkan diri bukan sebagai event instan, melainkan sebagai ruang temu bagi komika dan musisi Indonesia Timur. Hadir dalam kesempatan tersebut Arie Kriting, penggagas BIT Obimesak Nubatonis, serta Chandra, Misbah Mubarak Doktor, dan Fahri Purnomo—nama-nama yang selama ini aktif merawat ekosistem hiburan Timur.
Para pembicara mengungkapkan bahwa BIT lahir dari kebutuhan akan ruang berekspresi yang aman, hangat, dan berkelanjutan. Sebuah wadah yang memungkinkan seniman Timur tampil dengan identitas penuh, tanpa harus menyesuaikan diri pada selera pasar semata.
Arie Kriting menyebut BIT sebagai momentum penting bagi generasi kreatif Timur. Menurutnya, kualitas komika dan musisi dari kawasan tersebut kini semakin solid dan siap tampil dalam kolaborasi yang lebih luas. BIT, kata Arie, bisa menjadi titik temu antara gagasan, karya, dan peluang.










