Ifan Seventeen dan Album ’17’ Antara Kenangan, Harapan, dan Perjalanan Baru

Ifan Seventeen
Ifan Seventeen
banner 468x60

MPTV Indonesia – Setelah merilis beberapa single sukses sebagai artis solo, Ifan Seventeen akhirnya meluncurkan album penuh pertamanya yang bertajuk “17”. Angka ini bukan sekadar simbol, tetapi juga mencerminkan perjalanan hidup dan karier Ifan yang erat kaitannya dengan band Seventeen, yang telah membentuknya menjadi musisi seperti saat ini.

Namun, di balik peluncuran album ini, terselip kisah mendalam tentang bagaimana Ifan menghadapi masa transisi dari seorang vokalis band menjadi solois. Tragedi tsunami 2018 yang merenggut anggota Seventeen bukan hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga menjadi titik balik dalam hidupnya. Alih-alih terpuruk, Ifan memilih untuk terus berkarya, menjadikan musik sebagai media penyembuhan dan penghormatan bagi sahabat-sahabatnya yang telah berpulang.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Album ini bukan sekadar karya solo, tetapi juga perjalanan batin saya. Ada rasa kehilangan, tetapi juga ada harapan baru,” ujar Ifan dalam wawancara eksklusif.

Album “17” menghadirkan sembilan lagu yang mengusung berbagai tema, mulai dari cinta, kehilangan, hingga perjalanan menemukan makna baru dalam hidup:

  1. 17
  2. Munajat Cinta
  3. Manekin
  4. Apalah Aku Tanpamu
  5. Lagu Tersedih di Dunia
  6. Harga Diri
  7. Damai
  8. Untuk Kesekian Kali
  9. Hampa

Dari sembilan lagu tersebut, “Munajat Cinta” menjadi salah satu yang paling menarik perhatian. Berbeda dari versi yang pernah populer sebelumnya, kali ini lagu tersebut dihadirkan dengan nuansa yang lebih mendalam dan personal. Diproduksi oleh MyMusic Records dengan William Chow sebagai Executive Producer, Ifan memilih pendekatan berbeda dalam video musiknya dengan menggandeng Lahan Seni untuk menampilkan kisah dari sudut pandang seorang anak kecil.

“Anak kecil adalah simbol ketulusan dan cinta yang murni. Dalam video ini, saya ingin menggambarkan bagaimana cinta sejati tidak selalu datang dalam bentuk yang kita bayangkan, tetapi lebih kepada ketulusan hati dalam menerima dan memberi,” tambah Ifan.

Peluncuran album “17” ini tidak hanya menjadi momentum penting bagi Ifan sebagai solois, tetapi juga sebagai pengingat bahwa perjalanan seorang musisi tidak selalu berjalan mulus. Album ini adalah bentuk penghormatan, refleksi, sekaligus langkah baru dalam menapaki dunia musik dengan semangat dan harapan yang lebih besar. ***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *