Tahun 2024 menjadi titik balik paling menentukan. Saat sebagian orang meragukannya—bahkan memandang sebelah mata pilihannya menekuni dunia modeling—Farhatun justru melangkah lebih berani. Ia mengikuti kelas Miss Model School, berkompetisi di berbagai ajang pageant, sembari menyelesaikan skripsi yang ia ubah judulnya menjadi “Urgensi Materi Public Speaking dalam Lembaga Miss Model School”. Siang di jalan, malam menyusun karya ilmiah, dan akhir pekan mempersiapkan kompetisi.
Kerja keras itu terbayar lunas. Ia berhasil meraih mahkota Miss Hijab Banten 2024, gelar Inspiring Miss Banten 2024, serta Best of The Best Student Miss Model School Batch 11. Di tahun yang sama, skripsinya rampung, menjawab seluruh keraguan dengan bukti nyata.
Memasuki 2025, Farhatun tak berhenti. Ia mengabdikan diri melalui program advokasi Safari Ilmu dan Manfaat (SIM) sebagai Miss Hijab Sosial Indonesia, menyasar sekolah berkebutuhan khusus, SMA, diskusi aktivis muslimah, hingga kegiatan literasi bersama berbagai lembaga sosial. Ia juga dipercaya menjadi Coach di Miss Model School serta pelatih marching band section color guard. Dedikasinya membuahkan prestasi internasional dengan membawa anak didiknya menjuarai kompetisi di Jakarta Velodrome, mengungguli peserta dari berbagai negara, termasuk Hong Kong.
Puluhan prestasi telah ia torehkan—dari fashion, public speaking, hingga kepelatihan—namun bagi Farhatun, semua itu bukan soal gelar atau piala semata.
“Semua perjalanan ini bukan karena saya hebat, melainkan karena Allah yang Maha Menguatkan. Dengan usaha yang tidak pernah mati dan doa yang tulus, pertolongan-Nya selalu terbuka,” tuturnya.
Kisah Farhatun Najiah hari ini menjelma menjadi narasi inspiratif tentang ketangguhan, iman, dan keberanian melawan stigma. Ia adalah bukti bahwa jatuh tidak selalu berarti kalah, dan bangkit adalah pilihan yang harus diperjuangkan—langkah demi langkah, dengan keyakinan penuh pada mimpi dan Sang Pencipta.***










