Drone militer yang dikembangkan HDI dilengkapi dengan autopilot berbasis kecerdasan buatan (AI), sensor multispektral dan thermal infrared untuk operasi malam, serta kemampuan vertical take-off and landing (VTOL) yang memungkinkan pengoperasian di area sulit. Selain itu, sistem komunikasinya menggunakan enkripsi tingkat tinggi untuk menjamin keamanan data dalam misi pertahanan.
Direktur PT. Hexxa Dinamic Innovation, Yudi Prabowo, menambahkan bahwa proyek ini merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin antara insinyur, akademisi, dan praktisi militer.
“Kami tidak hanya fokus pada performa teknis, tetapi juga pada efisiensi dan fleksibilitas penggunaan di berbagai kondisi. Drone ini dapat digunakan untuk pengintaian jarak jauh, pemantauan perbatasan, hingga bantuan logistik dalam situasi darurat,” jelas Yudi.
“Seluruh sistemnya dirancang modular sehingga mudah dirawat dan dikembangkan ke generasi berikutnya tanpa bergantung pada komponen impor,” lanjutnya.





