MPTV Indonesia – Percepatan industri gim nasional tidak selalu dimulai dari studio besar atau panggung pameran teknologi. Di Jawa Barat, perubahan justru dirintis dari ruang-ruang diskusi guru SMK, tempat peta masa depan talenta digital mulai digambar ulang. Di sanalah Digigame mengambil peran.
Sebagai organisasi nirlaba berbasis penta helix, Digigame hadir membawa satu gagasan utama: industri gim tidak bisa tumbuh hanya dengan kreativitas, tetapi membutuhkan ekosistem yang dipahami bersama. Melalui program Engage, Digigame fokus membangun literasi ekosistem—sebuah fondasi yang kerap luput dalam pembicaraan industri kreatif.
Mengusung slogan Engage, Educate, Elevate dengan simbol tangan membentuk huruf “E” (Ekraf), Digigame memposisikan diri sebagai simpul kolaborasi antara akademisi, industri, komunitas, regulator, dan media. Pendekatan ini menegaskan bahwa pengembangan industri gim bukan kerja satu sektor, melainkan kerja kolektif.
Digigame diprakarsai oleh Indra Epenk, konseptor dan Ketua Divisi Event GEKRAFS Jawa Barat; Rickman Roedavan, dosen Telkom University; serta Anyndyo Wishnu Wibowo, CEO Digital Breeze Interactive. Ketiganya melihat persoalan yang sama: banyak talenta muda, tetapi minim pemahaman ekosistem.





