Digigame Membaca Masa Depan Industri Gim dari Ruang Guru SMK Jawa Barat

banner 468x60

Sejak berdiri pada 2023, Digigame aktif membangun kolaborasi strategis dengan asosiasi guru PPLG Jawa Barat, Chlorine Digital Academy, PT Pos Property, serta berbagai mitra lintas sektor. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa industri gim membutuhkan dukungan infrastruktur sosial, bukan sekadar teknologi.

Langkah Digigame sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional. Namun alih-alih langsung berbicara produksi dan pasar, Digigame memilih masuk dari hulu: kesadaran, pemahaman, dan pemetaan peran.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Game bukan hanya soal siapa yang membuat atau memainkan,” kata Indra Epenk. Menurutnya, kesalahan terbesar selama ini adalah menyederhanakan industri gim menjadi aktivitas tunggal. Padahal, di balik satu produk gim terdapat rantai nilai yang panjang dan saling terkait.

Digigame kemudian memformulasikan 10 pilar utama ekosistem game: Developer, Publisher, Distributor, Manufacture, Services, Regulator, Faculty, Community, Media & Event, dan Player. Pemetaan ini digunakan sebagai alat edukasi, khususnya bagi pendidik vokasi yang menjadi gerbang awal talenta industri.

Potensi ekonominya ditegaskan oleh Anyndyo Wishnu Wibowo. Ia menyebut industri gim sebagai sektor strategis global dengan nilai yang melampaui industri film dan musik. “Jika ekosistemnya dipahami sejak dini, Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga produsen,” ujarnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *